26. Raden Tumenggung Wiromenggolo Raden Tumenggung Wiromenggolo atau Pangeran Purwanegara, putera dari Pangeran Seppo. memerintah di S...

Raja-Raja Kerajaan Madura (6)


26. Raden Tumenggung Wiromenggolo

Raden Tumenggung Wiromenggolo atau Pangeran Purwanegara, putera dari Pangeran Seppo. memerintah di Sumenep menggantikan pangeran Romo antara tahun 1709-1721 M. dan keberadaan keraton tidak berubah dengan raja sebelumnya yaitu bertempat di Karang Toroi.

27. Raden Ahmad atau Pangeran Jimat

Pangeran Jimat adalah putra dari pangeran romo dari hasil perkawinannya dengan R. Ayu Gumbrek, putri dari pangeran panji Polang Jiwo. Raden Jimat menggantikan orang tuanya Pangeran Romo mengjadi adipati Sumenep karena berpulang ke Rahmatullah. Sehingga oleh VOC ditunjuk sebagai penggantinya. Sedangkan untuk daerah Pamekasan ditunjuk oleh VOC saudara Pangeran Romo yang bernama R. Djoyonegoro berpangkat tumenggung.

R. Jimat memerintah di Sumenep tahun 1721-1744 M. dengan saat itu juga posisi keraton tetap di Karang Toroi. Setelah R. Ahmad (Pangeran Jimat) menjadi adipati Sumenep, ada upaya R. Ahmad (Pangeran JImat) untuk memperluas kekuasaan ke daerah Pamekasan. Raden Ahmad (Pangeran Jimat) merasa berhak terhadap keris pusaka yang ada di tangan R. Asral (Adikoro II). Alasannya karena Pangeran Romo adalah putra dari istri padmi Adikoro I. Sedangkan R. Asral (Adikoro II) adalah putra dari istri selir.

Kemudian timbullah perselisihan, sampai menjadi perang saudara antara Raden Asral (Adikoro II) dengan R. Akhmad (Pangeran Jimat). Pasukan Sumenep lebih kuat, sehingga pasukan Pamekasan dapat dipukul mundur. Disamping memperluas ke daerah Pamekasan, ada upaya Pangeran Jimat untuk memperluas daerah kekuasaan ke daerah Basuki dan Belambangan. Pangeran Jimat membabat hutan Besuki dan hutan Blambangan, kemudian melakukan migrasi penduduk ke daerah yang baru dibukanya. Kondisi masyarakat Pangeran Jimat sangat aman, sentosa, adil dan makmur. Pangeran Jimat tidak hanya pandai memberi nasehat, akan tetapi dia lebih dahulu melaksanakannya.

28. Raden Alsa atau Pangeran Lolos

Raden Alsa (Pangeran Lolos) memerintah Sumenep pada tahun 1744-1749 M. Pada saat pemerintahan R. Alsa, Sumenep pernah terjadi pemberontakan yang dipimpin K. Lesap dari Bangkalan. Hal tersebut terjadi pada tahun 1749 M. konon Ke Lesap adalah putra dari Pangeran Cakraningrat V dari hasil perkawinannya dengan gadis desa. Sehingga setelah dewasa Ke Lesap merasa pantas dan berhak atas kedudukan yang baik dan sah. Walaupun ibunya Ke Lesap tahu ibunya termasuk istri Selir.

Karena kekalahan dalam melawan Ke Lesap, R. Alsa melarikan ke Surabaya untuk meminta bantuan kepada kompeni. Hasil dari meloloskan diri dari sergapan K. Lesap, maka R. Alsa dikenal dengan julukan Pangeran Lolos.

Karena dianggap tidak cakap dalam memimpin tahta pemerintahan Sumenep, maka R. Alsa (Pangeran Lolos) diberhentikan oleh VOC belanda dari jabatan adipati Sumenep. Berdasarkan musyawarah sesepuh keraton, ditunjuklah sebagai pengganti Pangen Lolos adalah R. Ayu Dewi Rasmana (R. Ayu Potre Koneng II). (bersambung …….)


 Tulisan bersambung:
  1. Masa Kejayaan Kerajaan-Kerajaan di Madura
  2. Raja-Raja Kerajaan Madura (1)
  3. Raja-Raja Kerajaan Madura (2)
  4. Raja-Raja Kerajaan Madura (3)
  5. Raja-Raja Kerajaan Madura (4)
  6. Raja-Raja Kerajaan Madura (5)
  7. Raja-Raja Kerajaan Madura (6)
  8. Raja-Raja Kerajaan Madura (7)
  9. Raja-Raja Kerajaan Madura (8)