Ilustrasi 35. R. Pratamingkusumo Pada waktu R. Tumenggung Pratamingkusumo menjabat sebagai bupati Sumenep yang memerintah antara...

Raja-Raja Kerajaan Madura (8)

Ilustrasi

35. R. Pratamingkusumo
Pada waktu R. Tumenggung Pratamingkusumo menjabat sebagai bupati Sumenep yang memerintah antara tahun 1901-1926 M, ia membangun sebuah menara di Masjid Jamik Sumenep, yang ditempatkan disebelah barat (belakang Masjid). Juga ia melaksanakan pembangunan jalan (rel) kereta api tahun 1897-1901 M yang menghubungkan Kamal sampai ke Kalianget Timur. Jaringan komunikasi banyak mengalami perubahan, dengan adanya jalan kereta api. Dan untuk menunjang sarana transportasi, memperlancar jalannya perekonomian rakyat, maka diadakan juga tranportasi kapal laut dari Kalianget menuju Panarukan (Situbondo).

Banyak pula pemuda madura yang bergabung ke dalam gerakan nasional “Yong Islamietan Bond” (Persatuan Pemuda Islam). Gerakan politik Yong Islamietan Bold dan Serikat Islam yang berdasarkan keagamaan di Madura ini memang cepat mendapat dukungan dan pengikut yang luas oleh orang Madura. Pada waktu itu, pendiri Serikat Islam H.O.S. Cokroaminoto di anggap sebagai malaikat penyelamat terhadap tindakan Pangreh Praja.

Dua tahun sesudah berdiri, Serikat Islam berhasil menanamkan pengaruhya di kalangan orang Madura. Pusat perwakilan partai politik ini terbentuk di Sampang (1911), Sepudi (1913), Bangkalan (1914), Sumenep (1914), Pamekasan (1914), dan perenduan (1916). Hampir seluruh pengurus cabangnya memiliki gelar kebangsawanan sedangkan sisanya merupakan kiyai dan Haji. Dipakainya Islam sebagai landasannya menyebabkan partai ini mampu ikut menanamkan rasa nasionalisme dikalangan anggotanya.

36. R. P. Ario Prabuwinoto

Pada masa pemerintahan R. Tumenggung Ario Prabuwinoto antara tahun 1926- 1930 M, hanya sempat mengubah pagar tembok Masjid dan keraton dibagian depan dengan pagar besi. Perubahan tersebut mngundang reaksi dari para sesepuh, karena tidak melalui musyawarah. Reaksi dari para sesepuh dan keluarga keraton tersebut karena pembangunan pagar tembok di sekeliling masjid bertujuan agar ummat islam yang melakukan shalat dan mendengarkan khotbah bisa berkonsentrasi.

 *****

Referensi :
  • R. Werdisatra dan R. Sastra Widjaja, Bhabhad Songennep, (Balai Poestaka1921).
  • Mien A. Rifai, Lintasan Sejarah Madura, (Surabaya: Yayasan Lebbur Legga 1993 ).
  • Sejarah Sumenep, disusun oleh Tim Penulis Sejarah Sumenep dalam makalah disampaikan pada seminar buku Penulisan Sejarah Sumenep yang diselelnggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep pada hari Rabu, 10 Desember 2003 bertempat di Pendopo Agung Sumenep
  • H.J. Graaf, Puncak Kekuasaan Mataram, (Jakarta: Grafitipress 1986)
  • Bindara Akhmad, Lintasan Sejarah Sumenep dan Asta Tinggi Beserta Tokoh di Dalamnya, (Sumenep: Barokah, 2010),